Saling Menghargai dengan Senyuman


Assalamu'alaikum.wr.wb.

Alhamdulillah, alhamdulillahirabbil 'alamin, asshalatu wassalamu 'ala ashrafil anbiya wal mursalin, wa'ala 'alihi wa'ashabihi adzma'iin.

Islam sangat menganjurkan umatnya agar saling menghargai satu sama lain. Sikap menghargai terhadap ilmu/orang lain tentu di dasari oleh sikap nan santun yang dapat menumbuhkan sikap menghargai orang di luarnya. Kemampuan tersebut di latih terlebih dahulu untuk mendidik jiwa manusia sehingga mampu bersikap penyantun.

Sifat rendah hati adalah sifat tidak suka membanggakan diri, baik tentang kedudukan, keturunan, kekayaan, pengetahuan dan lain-lain. Tawadu termasuk sifat terpuji, sebagai kebalikan dari sifat takabur (sombong). Barangsiapa yang bertawadu, Allah akan mengangkat derajatnya dan barangsiapa yang takabur, Allah akan menjatuhkannya.

Sebagaimana Rasulullah SAW senantiasa tersenyum manis bila di pandang. Beliau terlihat senang/menyenangkan hati. Senyum merupakan sunnah Rasulullah SAW karena di dalam suatu riwayat, Rasulullah SAW pernah bersabda :

''Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.''
(H.R.As Syaikhan) 
Senyum tidak hanya membahagiakan kita, tetapi juga orang yang melihat kita. Sebuah senyuman yang tulus terkadang mampu menyentuh lubuk hati siapapun, bisa meredam kemarahan, mencairkan kebekuan dan menghangatkan suasana. Senyum merupakan nikmat Allah bagi manusia yang mencintai kebaikan. Senyum tak mungkin di miliki oleh orang-orang yang sombong dan angkuh.

Oleh karena itu, mari jadikan hari-hari kita menyenangkan dengan menghiasinya dengan senyuman tulus yang terpancar dari dalam qalbu yang bersih nan mulia.
Disqus Comments