Mutiara Jum'at Diawal Tahun 2016



Tahun baru 2016 Masehi pada kesempatan kali ini bertepatan dengan hari jum’at. Tepat menjelang sholat jum’at tadi aku tergesa-gesa untuk segera ke masjid di sekitar tempat tinggal ku (Asrama Putra 1 Kutai) Tenggarong. Sebelumnya aku sibuk dengan sebuah laptop ku sehingga aku sedikit telat untuk ke masjid. Rencana awal aku ingin sholat jum’at di Masjid Adji Amir Hasanuddin (Masjid Jami’)  Tenggarong namun karena aku tidak menggunakan sepeda motor dan hanya berjalan kaki, aku lebih memilih untuk sholat di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong karena jarak tempuh dengan berjalan kaki cukup begitu dekat. Namun di dalam perjalanan aku juga masih menemui beberapa orang yang terlambat untuk berangkat ke masjid dan pada saat itu adzan pertama sudah dikumandangakan. Ku percepat ayunan langkahku menuju ke masjid bersama dengan seorang temanku.
Sesampainya aku di halaman masjid aku dikejutkan  dengan banyaknya parkiran kendaraan, baik itu sepeda motor dan mobil yang entah aku tidak tahu asalnya. Sesaat aku berpikir ini merupakan hari jum’at pertama di awal tahun 2016 banyak warga masyarakat yang berwisata di Kota Tenggarong untuk mengunjungi beberapa tempat tertentu seperti Museum Mulawarman, Waduk Panji Sukarame, Museum Kayu, Ladang Budaya atau sekedar berfoto-foto ria di Creative Park Timbau. Dan pada saat menjelang sholat jum’at mereka berbondong-bondong untuk pergi ke masjid sekitar Tenggarong khususnya Masjid Agung Sultan Sulaiman. Hal yang ku lihat ini lain seperti biasanya, kecuali hari-hari besar islam yang lain. Rasa kagum ku memuncak ketika pada saat aku ingin masuk ke dalam masjid ternyata jama’ah yang begitu banyak membuat aku harus menahan diri untuk tidak masuk ke dalam masjid dan rela untuk duduk mendengarkan khutbah di pelataran masjid yang ada. Tidak hanya aku sendirian masih banyak jama’ah lain yang bersamaku. Pemandangan yang sangat jarang aku lihat dan temukan pada saat sholat jum’at. Namun rasa kagum ku dapat aku terjemahkan dengan beberapa kesimpulan berikut ini :
Pertama, Momentum tahun baru 2016 Masehi adalah kesempatan bagi setiap orang untuk bermunajat kepada Allah SWT terlebih di hari jum’at merupakan hari dimana yang Allah turunkan rahmat padanya. Sebagaimana arti hadis berikut, Rasulullah Saw bersabda: “Sebaik-baik hari ketika matahari terbit adalah hari Jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu Adam diturunkan dari surga, pada hari itu pula taubatnya di terima, pada hari itu juga ia wafat, pada hari itu Kiamat akan terjadi dan tidak ada satupun binatang melata kecuali mereka menunggu pada hari Jum’at sejak shubuh sampai terbit matahari karena takut akan datangnya hari Kiamat, kecuali Jin dan manusia.”(HR. Abu Dawud, Shahih)
Kedua, Hakikat manusia untuk menuju kepada yang Haq sebenarnya tumbuh di dalam sanubari yang paling dalam. Oleh sebab kelalaian manusia lah mereka  terhalang untuk mencoba berbuat baik. Namun pemandangan hari ini merupakan arti kesadaran yang dalam, sehingga pada saat jum’at mereka bersama-sama untuk seraya menuju kebenaran yang Maha Benar (Allah SWT)
Ketiga, Hidup ini bukan berdasarkan sejauh mana melambungkan keinginan tetapi seberapa besar kita bersyukur. Sehingga di dalam rasa syukur kepada Allah SWT tadi Allah akan menambah nikmatnya. Sebagimana firman Allah SWT berikut : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, namu jika (sebaliknya) kamu justru kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka esungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7)
Demikianlah mutiara jum’at di awal tahun 2016 yang dapat ku tulis semoga Allah SWT menjadikan kita manusia yang paripurna dalam ridho-Nya.

Sumber photo : http://km.dmi.or.id/templates/DMI/foto/masjid_279_37.jpg

Disqus Comments