Primadona Baru Kalimantan Timur: Karst Sangkulirang Mangkalihat


           Kalimantan Timur kembali menjadi sebuah perhatian yang sangat besar bagi dunia. Sebab kondisi bentang alam dan potensi manfaat bagi dunia yang dimiliki daerah tersebut menjadi sesuatu yang sangat penting. Kalimantan Timur lebih sering dikenal dengan daerah eksplorasi dan eksploitasi tambang yang besar. Selain itu, Kalimantan Timur juga identik sekali dengan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang terdapat disalah satu Kabupaten di Propinsi Kalimantan Timur yaitu Kutai Kartanegara. Kini ada primadona baru yang menjadikan Kalimantan Timur menjadi pusat perhatian khusus bagi dunia yaitu dengan adanya Karst Sangkulirang Mangkalihat. Karst merupakan sebuah bentuk permukaan bumi yang pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan dan gua. Daerah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping. Karst Sangkulirang Mangkalihat terdapat di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau. Sebab, daerah aliran sungai dari dua kabupaten tersebut menjadi hulu dari 5 sungai utama terdapat sungai Pesab, Lesan, Tabalar, Karangan dan Bengalon. Sungai tersebut juga merupakan sumber air utama bagi masyarakat desa disekitar daerah aliran sungai.
     
      Karst Sangkulirang Mangkalihat sudah masuk dalam daftar sementara (tentative list) UNESCO pada 30 Januari 2015 yaitu sebuah organisasi dunia dibawah naungan PBB yang mengurusi bidang pendidikan, keilmuan dan kebudayaan. Ada beberapa aspek penting potensi Karst Sangkulirang Mangkalihat untuk menjadi potensi warisan dunia asli Indonesia khususnya Kalimantan Timur.
1. Aspek Budaya
      Secara aspek budaya kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat terdapat situs sejarah berupa gua-gua pemukiman yang sudah ada sekitar 4.000 tahun yang lalu. Tidak kurang ada sekitar 40 gua. Disana juga ditemukan setidaknya 2.600 lukisan pra-sejarah.
2. Aspek Lingkungan
      Terdapat ribuan perbukitan karst yang aliran air tersebut menjadi sumber air bagi adaerah pesisir. Bahkan ada sebuah tempat ekowisata (wisata berbasis ekosistem alam) yang terdapat di Kabupaten Berau yaitu danau Labuan Cermin yang merupakan fenomena alam yang bersumber dari Karst Sangkulirang Mangkalihat. Keunikan danau tersebut yaitu terdapat air asin dan air tawar yang tidak tercampur. Selain itu terdapat juga habitat orang utan yaitu sebagai hewan asli Kalimantan Timur serta berbagai spesies baru yang belum tereksplorasi oleh manusia.
3. Aspek Sosial
      Ada suku asli setempat yaitu Dayak Basap Lebo. Ekosistem karst itu juga menjadi penopang bagi 100 desa yang ada di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau. Hampir seluruh masyarakat disana bergantung pada alam. Sebab kultur suku dayak dengan ciri khas yaitu memanfaatkan alam sebagai sumber kehidupan.
4. Aspek Ekonomi
      Secara ekonomi kawasan karst merupakan daerah penghasil sarang burung terbesar dengan rata-rata hasil yang dapat diperoleh sekitar 1 ton untuk setiao harinya. Selanjutnya Karst Sangkulirang Mangkalihat juga dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata dunia yang sangat baik.

      Setidaknya ada sekitar 307.000 yang diajukan oleh Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur sebagai kawasan karst yang disampaikan oleh BLHD Kalimantan Timur yang proses tersebut akan selesai pada akhir bulan Mei ini. Dan kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat siap menjadi warisan dunia baru Kalimantan Timur(World Herritage).
Disqus Comments