Catatan Kecil untuk Pak Kaning

            Catatan kecil ini aku tulis sebagai suatu pengalaman pribadi yang mengenal sosok tokoh pembangunan daerah yang sudah mempunyai jasa besar dalam menghidupkan Kutai Kartanegara.  Sahabat, ijinkan saya menuliskannya dengan mengajak mari kita melepaskan ego diri baik yang berhubungan dengan partai politik tertentu. Murni ini saya tuangkan dalam tulisan sebagai suatu apresiasi saya pribadi dan atas nama keluarga kecil kami. Tidak ada unsur untuk menyudutkan salah satu pihak.  

            Cerita ini aku mulai dengan ingatan sederhana yang aku kenang ketika masih Sekolah Dasar (SD) pada salah satu desa kecil di Kutai Kartanegara. Aku yang pada saat itu masih cukup kecil mengingat jelas akan geliat pembangunan Kutai Kartanegara. Mengapa demikian? Sebab pada saat itu ketika masih SD, orang-orang di kampung sibuk apabila sudah mendengar akan ada sebuah acara besar di ibu kota kabupaten terkaya di Indonesia yaitu Kota Tenggarong. Acara tersebut merupakan acara tahunan yang saat ini sudah sering kita temui yaitu peringatan erau. Bermula pada tahun pertama saya merasakan kemeriahan erau yaitu sekitar tahun 2002 dengan tema pada saat itu adalah “Festival Keraton Nusantara”. Pengalaman pertama
tersebut mengingatkan saya dengan gemerlapnya keindahan tata kota yang ada di Tenggarong. Berbagai macam jenis lampu-lampu menyemarakkan acara tersebut. Hingga yang paling saya ingat adalah jalanan menjadi penuh sesak di jembatan gantung, sampai memanjang di sekitaran Putri Karang Melenu (PKM). Keindahan semarak pembangunan pariwisata terlihat ciri khas patung lembuswana ditambah indahnya corak lampu yang menegaskan keberadaan Pulau Kumala di tengah-tengah Kota Tenggarong. Ingatan tersebut aku tuangkan dalam tulisan ini sebab ada hubungannya dengan tokoh yang begitu dikenal yaitu Bapak Prof.Dr.H. Syaukani HR.MM. Tokoh pembangunan yang lebih akrab disapa Pak Kaning tersebut menjadi pusat perhatian bagi setiap orang di pelosok Kutai Kartanegara. Bupati Pak Kaning dikenal sebagai sosok yang mampu menyerap setiap aspirasi dengan mengaplikasikan program-program pembangunan melalui Gerbang Dayaku dengan kekuatan otonomi daerah. Maka tak heran banyak orang mengenal beliau sebagai tokoh otonomi daerah di Indonesia.

            Secara pribadi sosok Pak Kaning ini sudah saya saksikan secara langsung dengan kehadiran beliau di kediaman kakak dari ibu saya sebab kakak dari ibu saya merupakan salah seorang pengurus partai politik tertentu pada saat itu dan sampai saat ini kami masih menyimpan beberapa dokumentasi beliau saat berfoto dengan keponakan saya yang masih kecil pada saat itu. Dengan senyum khasnya beliau selalu menyapa ramah kepada kami yang berada disana pada saat itu. Pak Kaning hadir ditengah-tengah masyarakat untuk merasakan benar-benar betapa Kutai Kartanegara membutuhkan sentuhan langsung agar apa yang menjadi kebutuhan dapat diakomodir dan dicarikan solusi terbaik dari setiap permasalahan. Contoh kecil saja usaha kecil menengah di daerah kami dibidang kerajinan local yaitu tikar purun dapat terbantu dengan adanya dorongan dan motivasi dari sosok Pak Kaning. Beliau secara psikologis hadir ditengah-tengah masyarakat memberikan arahan dan pandangan yang baik ke depan bagi Kutai Kartanegara. Lebih-lebih bantuan yang berupa permohonan alat-alat penangkap ikan dan lain-lain di daerah kami tak terhitung sudah saluran bantuan, maklum saja di daerah kami secara geografis banyak memiliki sungai sehingga potensi daerah berupa hasil sungai pun menjadi primadona utama. Itu semua beliau lakukan demi mendukung bergeraknya ekonomi Kutai Kartanegara.


            Ya, tak banyak yang mesti saya ceritakan sekelumit catatan kecil ini, menjadi sebuah ingatan yang tak akan aku lupakan. Bertepatan pula pada tanggal 27 Juli 2016 ini melalui beberapa media Pak Kaning sudah berpulang ke rahmatullah, sosok yang sangat berarti di bumi Kutai Kartanegara dan sederet prestasi besar menjadikan alasan besar tulisan ini saya buat. Agar kita bersama-sama dapat mendo’akan beliau, sekiranya agar dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosanya, diberikan tempat terbaik disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan dapat sabar menghadapinya. Semoga pembangunan dan semangat beliau selalu ada dalam jiwa masyarakat Kutai Kartanegara. Selamat jalan Pak Syaukani, jasamu akan kami ingat, kami akan menemanimu dengan do'a dari masyarakat Kutai Kartanegara. 
Disqus Comments