Aksi Tolak UU MD3 Menuai Petaka PC PMII Kukar Angkat Suara

Aksi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Bulungan yang tergabung dari PMII, HMI, BEM Universitas Kaltara soal isu UU MD3 yang dinilai kontroversi dan membunuh demokrasi bangsa Indonesia ini berujung ricuh. Kamis, 15/03/2017.

Aliansi aksi tersebut pada awalnya berjalan kondusif, namun pertengahan jalan terjadi chaos dan tindakan represif oleh oknum aparat Kepolisian yang menjaga pelaksanaan demonstran menyerang peserta aksi, hingga menyebabkan 5 peserta aksi mengalami luka parah, lebam dibagian mata, dan benjol di bagian kepala.
Melalui Ketua Umum PC PMII Kukar, Muhammad Fauzan mengatakan secara tegas, bahwa PC PMII Kukar mengutuk dan mengecam sikap represif yang di lakukan oleh oknum aparat Kepolisian.

Oleh karena itu, terhadap aksi represif tersebut, maka dengan ini PC PMII Kukar menyatakan sikap :
1. Mengutuk keras tindakan (brutal) represif oknum aparat Kepolisian terhadap massa aksi di depan DPRD Bulungan pada Kamis, 15 Maret 2018 karena tugas Polisi melindungi dan mengayomi bukan memukul massa aksi secara brutal.
2. Kami mendesak agar Kapolda Kaltara melakukan investigasi dan pengusutan secara tuntas dan objektif atas kasus kekerasan oleh oknum aparat Kepolisian terhadap 5 aktivis yang luka-luka. Jika tidak, maka kami akan mendorong keterlibatan pihak ketiga dalam hal ini Kompolnas dan Komnas HAM untuk menginvestigasi langsung kasus ini.
3. Mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Tito Karnavian untuk mencopot Kapolda Kaltara dan Kapolres Bulungan karena gagal mengamankan aksi mahasiswa.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, sebagai bentuk perlawanan terhadap kedzaliman.

Disqus Comments